MPB – Lebak. Pelaksanaan proyek Jalan Nasional III ruas Bayah–Cibareno di Desa Cijengkol, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan masyarakat. Selain mendesak transparansi penggunaan anggaran negara, warga juga menyoroti dugaan kurangnya perhatian terhadap aspek keselamatan pengguna jalan selama proses pekerjaan berlangsung, Minggu (12/07/2026).
Sejumlah warga mengaku prihatin karena di titik pekerjaan dinilai belum dilengkapi pengamanan yang memadai, seperti rambu peringatan, pembatas area kerja, maupun pengaturan lalu lintas. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintasi lokasi proyek, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk.
Di sisi lain, masyarakat juga mempertanyakan kualitas pekerjaan mengingat adanya pengalaman kerusakan pada pekerjaan jalan yang disebut baru selesai pada tahun sebelumnya. Warga berharap proyek yang dibiayai dari anggaran negara benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan diawasi secara ketat oleh pihak yang berwenang.
“Kami bukan menolak pembangunan. Justru kami ingin pembangunan menghasilkan jalan yang berkualitas dan aman. Selain itu, keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung juga harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena pengamanan proyek tidak maksimal,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat menilai keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari pengawasan publik. Mereka meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan kontraktor pelaksana membuka informasi terkait spesifikasi teknis pekerjaan, metode pelaksanaan, progres pembangunan, sistem pengawasan mutu, hingga langkah-langkah pengamanan lalu lintas selama proyek berlangsung.
Menurut warga, transparansi tersebut akan memberikan kepastian bahwa proyek dilaksanakan sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat.
Warga juga mendorong Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk melakukan pengawasan rutin di lapangan serta memastikan kontraktor memenuhi seluruh ketentuan teknis, termasuk standar keselamatan kerja dan keselamatan pengguna jalan sebagaimana diatur dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan.
Sebagai bentuk kontrol sosial, masyarakat berharap seluruh proses pembangunan infrastruktur dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, profesional, serta mengutamakan keselamatan publik. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya berkualitas dan tahan lama, tetapi juga memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan selama proses pekerjaan berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta kontraktor pelaksana terkait pelaksanaan proyek, sistem pengawasan mutu, dan penerapan pengamanan di lokasi pekerjaan agar pemberitaan tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik.
(Tim/red)
