MPB – Jabar. Kawah Kamojang terletak di perbatasan antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung. Secara administratif kawasan cagar alam dan sumber panas bumi ini berada di Desa Laksana Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung serta melintasi area perbatasan wilayah Garut, Sabtu (20/06/2026).
Kawasan ini terkenal sebagai salah satu cagar alam tertua di Indonesia yang menyimpan sumber panas bumi aktif dan dilokasi ini terdapat beberapa kawah ikonik,seperti ;
Kawah kereta api dan kawah hujan yang juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Sabtu, 20 Juni 2026 kami berserta keluarga berada di kawah Kamojang dengan maksud dan tujuan rekreasi sekaligus menguak sejarah Kamojang.
Legenda kawah Kamojang tidak lepas dari cerita rakyat Sunda yang berkaitan erat dengan mitos Sangkuriang dan Embah Kanjeng yang dipercaya sebagai leluhur penunggu kawasan tersebut.
Asal asul kawah ini sering dihubungkan dengan mitos masyarakat setempat sekitar penciptaan bumi.
Adapun Legenda rakyat dan mitos tersebut sebagai berikut :
* Hutan larangan (hutan tutupan) berdasarkan cerita rakyat setempat, kawasan Kamojang masuk dalam area hutan tutupan yang dahulu menjadi tempat perburuan Maharaja Sungging Perbangkara.
* Tempat bersemayamnya leluhur, masyarakat terdahulu menganggap uap panas di kawah Kamojang adalah nafas dari leluhur (dikenal dengan sebutan Eyang Kanjeng) yang menjaga tanah Pasundan,sehingga tempat ini dikeramatkan.
Dibalik mitos spiritualnya kawah Kamojang menyimpan sejarah nyata perkembangan energi di Indonesia :
* Peninggalan Belanda aktivitas panas bumi di kawasan ini pertama kali dieksplorasi secara modern oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1926 yang melakukan pengeboran panas bumi pertama di Indonesia.
* Kawah Kereta Api,salah satu daya tarik utama yang merupakan lubang uap alam atau sumur bor bertekanan tinggi. Bunyi uap yang menderu keras dari kawah ini terdengar sangat mirip dengan suara lokomotif kereta api.
* Kawah lainnya, disini juga terdapat destinasi populer lainnya seperti ; kawah manuk (burung) bentuknya menyerupai burung, kawah hujan dan kawah berecek.
* Kawah Kamojang ini juga memiliki legendanya tersendiri, Legenda mengenai kawah Kamojang ini menyebar dari mulut ke mulut yang disebarkan oleh para penduduk Kamojang. Menurut penduduk Kamojang dahulu kala disana terdapat seorang wanita yang sangat cantik dan kemudian wanita cantik tersebut dijodohkan oleh orang tuanya dengan lelaki yang sudah memiliki 4 orang istri, dan wanita cantik tersebut akan dijadikan istri yang ke-5. Sang wanita cantik ini tidak ingin dijodohkan dengan lelaki yang sudah mempunyai istri,alhasil wanita cantik ini melawan orang tuanya dan kabur/melarikan diri ke hutan. Lalu kedua orang tuanya menyusul, mencari dan menyisir wanita tersebut ke hutan,namun tak kunjung diketemukan. Menurut legenda wanita cantik tersebut sampai saat ini hilang didalam hutan dan tidak pernah diketemukan lagi,tempat dimana wanita cantik tersebut menghilang kemudian diberi nama Kamojang yang berasal dari kata mojang yang artinya seorang wanita, mojang ini merujuk kepada wanita cantik yang melarikan diri dari perjodohannya. Hingga saat ini Legenda mengenai asal usul penamaan kawah Kamojang ini masih dipercaya oleh masyarakat sekitar.
Kawah Kamojang ini,kini dikembangkan menjadi ekowisata dan glamping modern yang populer dengan tiket masuk di banderol sekitar 40 ribu/orang parkir motor 5 ribu dan mobil 10 ribu. Kita puas merendam di air belerang dan uap panas bumi serta photoshoot sepuasnya dengan pemandangan yang sejuk.
(Irvan)
